Coconut Oil Proces Di Mu Homestay


KM. Sukamulia - Sudah cukup lama saya mendengar cerita tentang Paket Wisata Ekotourism "Coconut Oil Poces" yang dibuka sebagai salah satu paket wisata berbasis ekowisata di Desa Kembang Kuning Kecamatan Sikur. Lumayan lama sich saya penasaran dan alhamdulillah hari ini saya dapat mengikuti dan melihat kegiatannya secara langsung.

Usai mengikuti Pelatihan Tata Kelola Homestay Lotim 2019 pada hari pertama (17/07/2019), saya dan Jannatan berkunjung ke MU Homestay Kembang Kuning.  Sesampai di MU Homestay, kami menemukan ouner MU Homestay (Musanip) dan saudara Saepul Egol sedang menemani tiga orang tamunya (2 orang warga Belgia dan 1 orang warga Belanda) yang sedang asyk menikmati Paket Wisata Coconut Oil Proces.


Coconut Oil Proses atau dalam bahasa sasak disebut dengan "Jeleng" dan dalam bahasa Indonesia disebut Proses Membuat Minyak Kelapa merupakan paket wisata ekotourism yang di dalamnya wisatawan diajari cara membuat minyak kelapa yang prosesnya dimulai dari pengupasan kulit kelapa hingga proses memasak santan menjadi minyak.


Setelah proses pembuatan minyak kelapa selesai, tiga orang warga asing itu menikmati tain lala manis (bahasa sasak) atau kerak minyak dalam bahasa Indonesia. Ketiga orang wisatawan ini terlihat senang sekali dan memakan tain lala dengan lahap.

Paket wisata Coconut Oil Proces tidak hanya sampai di sana. Untuk persiapan makan malam, Musanip dan Egol membuat Sambal Nyelelet (sambal yang digoreng menggunakan minyak kelapa yang dibikin tadi).


Setelah hidangan siap, tamunya diajak makan bersama dengan hidangan sederhana (nasi, ikan bakar dan sambal nyelelet). Tiga orang tamu ini menikmati makan malam ala lombok dan mereka sangat terkesan saat mengetahui bahwa sambal nyelelet diracik dengan minyak yang mereka bikin tadi.

Makan malam telah usai, Musanip dan Egol pun memberikan surprais kepada tamunya itu. Pelan-pelan ouner MU Homestay itu memberikan botol berisi minyak kelapa kepada ketiga orang tamunya sambil memberi tahu mereka bahwa botol itu berisi minyak kelapa yang tadi mereka buat dan itu diberikan sebagai oleh-oleh mereka. Ketiga orang tamu tadi sangat bahagia saat mengetahui bahwa hasil olahan mereka ternyata bisa mereka bawa sebagai oleh-oleh.


Setelah mengikuti kegiatan Coconut Oil Proces secara langsung, saya pun mengetahui resep atau trik pelayanan yang dilakukan oleh Musanip dan kawan-kawannya sehingga paket wisata yang mereka jual selalu laku di bursa wisata dunia dan hal itu pula yang menyebabkan MU Homestay dan homstay di Desa Kembang Kuning tidak pernah sepi dari kunjungan wisatawan asing.

Melalui paket wisata ini, Musanip dan kawan-kawannya memperkenalkan budaya lokal Lombok dalam bentuk aktifitas tradisional, yakni membuat minyak kelapa dengan proses tradisional kepada wisatawan yang ingin mengikuti aktifitas pada paket wisata yang satu ini.

Paket wisata ini mulai dijual oleh Musanip sejak tahun 2015 dan paket ini cukup digemari oleh wisatawan mancanegara. Musanip menjual paket wisata ini dengan harga Rp. 50.000/orang.

Selain paket wisata Coconut Oil Proces, Musaip juga menjual aktifitas tradisional lainnya, seperti Coffe Siong Kete dan beberapa aktifitas lainnya yang dikemas dalam paket Coking Class.


Ekotourism yang dikembangkan oleh Ouner MU Homestay ini menginspirasi para pelaku wisata di Desa Kembang Kuning dan bahkan dibeberapa desa wisata lainnya yang ada di Lombok Timur sehingga saat ini beberapa Desa Wisata Lombok Timur juga menjual paket wisata yang tidak jauh beda dengan paket ini.

Bagi anda yang tertarik untuk menikmati paket wisata Coconut Oil Proces, Coking Class, Coffe Siong Kete, One Day Be Sasak People dan berbagai aktifitas tradisional masyarakat setempat, maka anda tinggal menghubungi saudara Musanip dan Saepul Egol pada kontak berikut: Musanip () dan Saepul Egol ().
_By. Asri The Gila_

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru