Tudung Saji Raksasa, Icon Terpopuler Mataram

Tudung Saji adalah alat penutup makanan agar terhindar dari serangga atau kuman. Semenjak dulu, masyarakat sasak yang ada di Lombok menggunakan tudung saji tradisional sebelum adanya tudung saji modern dari plastik seperti sekarang yang dikenal dengan nama tembolak. Tembolak terbuat dari daun lontar yang dibentuk melingkar dan berwarna cerah yang digunakan untuk menutup makanan atau dulang saat ada acara-acara besar. Sebagai bentuk penghargaan pada budaya tersebut, sebuah icon baru yang menarik dengan menampilkan tudung saji atau ‘Tembolak’ raksasa warna-warni di pintu masuk Kota Mataram atau di Jalan Lingkar Selatan, Mataram, NTB.


Munculnya tudung saji raksasa yang warna-warni ini membuat area Jalan lingkar selatan selalu ramai dikunjungi oleh masyarakat setiap sore hingga matahari tenggelam.

Tak jarang pengunjung mengambil kesempatan untuk mengambil gambar atau berpoto di depan tudung saji raksasa warna-warni ini. “Senang sekali melihat tudung saji warna-warni, belum pernah melihat pemandangan seperti ini,” ujar Rosdiana (20 thn), salah seorang pengunjung asal Mataram sejurus mengabadikan model tudung raksasa warna-warni tersebut.


"Sungguh indah menabjukan, luar biasa warna-warninya. Sangat bagus unuk berpoto-poto,” " ujar Irma, asal Gerung, Lombok Barat.

Dari pengamatan, pengunjung yang berdatangan di lokasi tudung saji raksasa warna-warni bukan hanya dikunjungi oleh warga masyarakat secara sengaja, melainkan pengendara mobil dan sepeda motor yang kebutulan lewat menyempatkan diri untuk bertepi sejurus mengabadikan gambar tudung saji raksasa warna-warni tersebut.

Wahyu (27 th), salah seorang pengunjung asal Sekarbela mengatakan, “ Tudung saji raksasa itu menjadi ikon terpopuler Kota Mataram yang sedang dalam tahap pembangunan. Di kawasan ini sebenarnya akan dibangun bundaran selamat datang dan gerbang masuk Kota Mataram, dan di sini juga nanti ada bangunan komplek perkantoran Pemerintah Kota Mataram, jadinya tudung saji ini menjadi bagian dari konsep Mataram metro yang menunjukkan wujud pembangunan daerah yang terintegrasi dapat terealisasi,” ujarnya.

Demikian juga dengan Abdul Malik (30 th), salah seorang pengunjung dari Mataram mengatakan bahwa pintu gerbang masuk Kota Mataram yang ada di Jalan Lingkar Selatan adalah suatu gambaran tentang filosofi tudung saji yang bermakna aman, sehat, terjaga atau terlindungi dari segala gangguan dalam kehidupan masyarakat yang ada di Kota Mataram, “ujarnya.

Wahyu lanjut bicara bahwa mengenai filosofis warna-warni dari tudung saji rakksasa yang muncul secara tiba-tiba di Jalan Lingkar Selatan yaitu adanya keragaman penduduk yang ada di wilayah Kota Mataram yang senantiasa mampu menciptakan hubungan kemasyarakatan yang harmonis, baik secara vertikal maupun secara horizontal,” ujarnya.

 

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru