Ampenan, Wisata Dua Dimensi

Setiap pantai memiliki keunikan dan daya tarik tersendiri. Daya tarik tersebut dapat dilihat pada karakter pantai itu sendiri, misalnya warna atau jenis pasir, kejernihan air, dan juga permainan ombak yang saling berkejaran. Selain itu, daya tarik pendukung obyek wisata yang berupa pantai dapat dilihat dari sarana dan prasarana yang dimilikinya, misalnya infrastruktur jalan yang layak dilewati oleh para pengunjung, fasilitas yang dapat memenuhi kebutuhan pengunjung, seperti toilet, tempat istirahat atau tempat duduk untuk bersantai, kuliner makanan, dan lain sebagainya. Salah satu pantai yang kini eksis di zaman now adalah Pantai Ampenan yang terletak di Kota Tua Mataram, yang mana memiliki lokasi yang sangat muda dijangkau oleh pengunjung. Pada kawasan pantai ini pula memiliki letak yang sangat strategis, sebab berada pada kawasan wisata sejarah.


Pantai Ampenan terletak di Jalan Pabean Kota Tua Mataram. Pantai ini merupakan bekas pelabuhan yang dibangun oleh orang Belanda pada tahun 1942. Di sekitar pantai ini memiliki banyak peninggalan bersejarah, seperti bangunan-bangunan tua yang dibangun pada zaman Belanda. Itulah sebabnya, sebelum memasuki areal wisata pantai di Ampenan, para pengunjung dapat menyaksikan bangunan-bangunan bersejarah yang ada di sekitar. Berarti menjelajahi Pantai Ampenan, pengunjung pun juga menjelajahi kawasan wisata sejarah yang ada di Kota Tua Ampenan. Inilah kelebihan jika kita berkunjung ke Pantai Ampenan yang mana di sekitarnya memiliki daya tarik lain sehingga Pantai Ampenan menjadi hidup dan banyak dikunjungi oleh wisatawan.

Berdasarkan tuturan orang-orang sekitar, kata Ampenan berasal dari bahasa sasak, yang artinya tempat persinggahan. Secara historis, Pantai Ampenan juga merupakan kawasan pelabuhan bagi orang-orang Belanda yang pada zamannya tampil menyaingi kerajaan-kerajaan yang ada di Pulau Dewata.


Keberadaan Pantai Ampenan sebagai pelabuhan utama pada tahun 1928 sampai dengan 1970-an menyebabkan hubungan ekonomi Lombok dengan pulau lain terjalin lancar, seperti hubungan pedagang Makassar dengan penduduk Lombok memiliki kekerjasamaan yang kuat. Itulah sebabnya orang-orang Bugis banyak yang bermigran di Ampenan-Lombok.

Pantai Ampenan yang pernah menjadi pelabuhan tersibuk di Pulau Lombok pada tahun 1948-1970-an, kini tinggal kenangan dan menjadi catatan sejarah bagi masyarakat Lombok, bahkan menjadi kawasan wisata sejarah. Kerasnya ombak di selat Bali, sehingga aktifitas bongkar muat barang di Pelabuhan Ampenan telah diambil alih oleh pelabuhan Lembar.