Sore di Sunrise Point


KM. Sukamulia – Sore itu ( Juni 2017) adalah kali pertama saya, Badri, Sahlim dan putra saya (M. Tegar Van Gauz) menginjakkan kaki di Gili Meno. Kami sampai di sana sekitar pukul 17.30 wita. Sesampai di sana, kami terkagum-kagum menyaksikan indahnya pemandangan sore di sekitaran Sunrise Point Gili Meno. Subhanallah… Masyallah… Tabarakalla… betap indah ciptaan Yang Maha Kuasa. Saya yakin andapun akan mengatakan hal yang sama jika menyaksikan pemandangan itu.

Pantai berpasir putih dengan hamparan rumput laut yang berkilaun disirami sinar senja, ibarat hamparan permadani hijau di sepanjang pinggir pantai. Susansa sore seperti ini akan anda temukan jika anda berkunjung pada sekitaran fullmount alias bulan purnama sebab pada sekitaran tanggal 12 hingga 16 (perhitungan Hijriah), biasanya air laut surut (madaq : Bahasa Sasak). Saat air laut surut maka wilayah pantai yang airnya surut terlihat hijau oleh rumput laut. Sungguh mata kami terbelalak menyaksikan pemandangan itu.


Di atas hamparan rumput laut itu banyak terlihan genangan-genangan air (lingkok : Bahasa Sasak) yang airnya sangat jernih dan terlihat seperti danau-danau kecil begitu mempesona. Ternyata, di sekitaran hamparan rumput laut dan genangan-genangan air itu banyak ditemukan lopster, kerang dan ikan-ikan kecil yang cantik jelita. Kesempatan itu digunakan oleh para pengunjung (lokal ataupun manca negara) untuk berburu kerang. Heheheeee, lucu juga ketika kami melihat tamu mancanegara (toris : Bahasa Sasak) berburu kerang dan ikan hias di antara hamparan rumput laut dan genangan-genangan air itu, ternyata mereka juga senang berburu kerang dan ikan hias, heeeee.


Barisan pohon sentigi yang tumbuh di wilayah pinggir pantai juga memperindah suasana sore di sekitaran Sunrise Point Gili Meno. Belum lagi hamparan pohon cemara yang menjulang menghiasi tanah Meno. Yach, tidak salah jika tanah di tengah lautan ini disebut-sebut sebagai Honey Mount Island (Gili Bulan Madu) sebab suasanya masih tenang taanpa suara music party atapun ksuara-suara kendaraan bermotor.

Sunggung, jika anda berkunjung ke sini dan menikmati sore hari di sekitaran Sunrise Point maka anda akan merasa betah tinggal di pulau kecil yang merupakan salah satu kekayaan wisata Gumi Sasak dan Gumi Nusa Tenggara Barat. Yach, saya tidak bisa bercerita banyak akan keindahan suasana sore yang saya temukan itu dan jika anda penasarat atau ingin membuktikan keindahannya maka berkunjunglah ke Gili Meno dan nongkronglah di sekitaran Sunrise Point pada saat sore hari.

_By. Asri The Gila_ () -03

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru