Wisata Susu Kuda di Donggo

(KM.Makembo) Berwisata tentunya tidak hanya mengunjungi tempat yang indah maupun obyek wisata sejarah, namun mengunjungi suatu kampung dan melihat aktivitas-aktivitas unik dari warga setempat adalah bagian yang tidak bisa dipisahkan dengan kegiatan wisata, terutama wisata jalan-jalan untuk menyelami kearifan dan tradisi yang digeluti masyarakat setempat. Melihat aktivitas memerah susu kuda misalnya, bisa menjadi salah satu pilihan menarik bagi anda yang suka jalan-jalan dan penasaran ingin mencicipi nikmatnya susu kuda langsung dari tempat pemerahannya.

Salah satu desa yang masih menggeluti aktivitas ini adalah di desa Mbawa kecamatan Donggo Kabupaten Bima. Aktifitas memerah susu kuda liar juga dapat dilihat di rumah-rumah warga baik di desa Mbawa maupun desa-desa di sekitarnya. Porses nya adalah Pertama kuda-kuda tersebut digiring ke dalam suatu tempat yang sudah dipagari. Lalu ditangkap dengan cara di-lasso. Setelah kuda tersebut tertangkap dibawa ke tempat yang terlindung. Di sana kaki kuda bagian belakang diikat dengan tali dan tali tersebut dililitkan ke leher kuda. Tujuannya agar si kuda tidak menyepakkan kakinya ke belakang.Kemudian setelah semua dipastikan aman, baru dilakukan pemerahan. Tidak sembarangan orang yang bisa melakukan ini.

“ Hanya orang-orang yang sudah "dikenali" oleh sang kuda yang bisa melakukannya, Jika sembarang orang melakukan, biasanya sang kuda akan beraksi tidak tenang. Untuk bisa dikenali oleh sang kuda dibutuhkan waktu pendekatan yang cukup lama. “ Tutur Camat Donggo Abubakar. Biasanya tiap kuda punya pemerahnya sendiri. Kuda betina tersebut bisa diperah susunya sampai sekitar 7-8 bulan setelah dia melahirkan anaknya. Dalam satu hari bisa didapat sekitar 2 liter susu dari satu kuda. Setelah diperah kuda-kuda tersebut dilepas kembali ke alam bebas. Ketika tiba saatnya untuk diperah, kembali kuda-kuda tersebut digiring masuk ke tempat pemerahan.(alan) -03

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru