Menilik Paket wisata Masmas

Kampung Media NTB adalah jurnalisme Warga yang dari awal hingga sekarang ini terus naik daun, apalagi setelah mendapatkan beberapa penghargaan tingkat dunia. Hal itu terlihat jelas, baik melalui on air maupun off air.

Yang off air telah datang berbagai lembaga dari berbagai kota ke NTB hanya untuk belajar tentang kampung Media, sementara yang On Air Kampung Media terus dibuka dan dibaca bahkan dikomentari dari semua elemen di seantero termasuk di luar negeri.

Melihat hal tersebut, Kampung Media Kaula yang merupakan underbow dari kampung media NTB ingin memanfaatkan ini sebagai moment promosi gratis, dari pada kita akan bikin brosur dengan biaya mahal sementara belum ada jaminan akan dibaca oleh orang yang kita bagi, sementara untuk nyebarnya saja butuh biaya sebagai tambahan dari biaya produksi brosurenya. Sementara lewar portal ini setiap tulisan setidaknya akan dibaca oleh ribuan audians. Menarik kan?.

Makanya saya akan memulai promosi, begini........,


KaPe VBT bekerja sama dengan Pokdarwis MasDeWis, mengorgenaiz sebuah program “Village Based Tourism”, program ini adalah sebuah program wisata yang menawarkan semua tentang kehidupan di pedesaan, mulai dari ketenangan alamnya, semilir anginnya view alamnya, keramahan warganya, ke organic an makanan dan kekhasan rasanya, keunikan budayanya semuanya ada karena pengunjung akan diajak melakoni kehidupan itu dengan membaur bersama warganya dari semua level dan profesi. Kegiatan ini dikemas dalam runutan kegiatan sebagai berikut :

Pertama : para tamu yang datang akan melakukan registrasi di kantor KaPe VBT, dengan membayar uang registrasi sebesar Rp 150.000/orang, lalu tamu tersebut akan dijelaskan sekilas mengenai program ini lalu kegiatan yang akan tamu lakukan termasuk kemana peruntukan dari uang registrasi tersebut. Setelah dianggap cukup, sang tamu akan dipasangkan sarung.

Kedua : setelah tamu dipasangkan sarung
, mereka akan diajak kesekolah terdekat, untuk berinteraksi dengan para siswa baik ketika mereka sedang belajar dikelas maupun ketika siswa sedang keluar main. Kalau siswa sedang belajar maka sang tamu juga dipersilahkan untuk menjadi guru sehari dengan materi diserahkan sepenuhnya kepada sang tamu, minimal pembelajaran bahasa baik inggris maupun bahasa tamu itu sendiri.

Ketiga : sang tamu akan diajak kekantor desa melewati sebuah jalan setapak yang kiri kanan dan atas dibikinkan palang bambu sehigga berbentuk seperti lorong yang di tiap-tiap tiang tersebut ditanami sayur merambat, sehingga kesannya seperti berjalan dilorong sayur.

Keempat :  Keluar dari kantor desa sang tamu diajak menyusuri persawahan melalui sebuah taman yang dinamakan Taman DeWiMas yang didalamnya juga ada ampi Teatre. Disawah, sang tamu diberi kebebasan berinteraksi dengan para petani yang ditemukan termasuk mencoba segala aktifitas petani yang tengah dikerjakan misalnya panen, menanam padi jagung, ubi, kacang atau apa saja situasi yang ditemukan.


Kelima : para tamu diajak ke satu dusun, namanya dusun antakantak, yang mana penduduknya lebih kurang 90% adalah penganyam ketak. Sang tamu diajarkan cara bikin ketak sambil menikmati scak alam yang disuguhkan bersama beberapa opsi minuman, kadang air kelapa muda dicampur gula merah, kadang teh minimal kopi pahit.

Keenam : keluar dari dusun antakantak sang tamu akan melanjutkan perjalanan menuju satu pemukiman dimana satu keluarga membuat kerupuk dari bonggol pisang, disini sang tamu akan meliat proses pembuatan kerupuk bonggol pisang sambil menikmati beberapa  hidangan berupa kerupuk bonggol pisang, rengginang singkong, permen lobe-lobe, permen pale dan prodak-prodak lain yang sedang dibuat, yang juga dibarengi dengan beberapa opsi minuman kadang sirup pale, sirup lobe-lobe, minimal teh pucuk pale.

Ketujuh : tamu akan diajak kerumah salah seorang warga untuk menikmati hidangan makan siang dengan menu dan rasa khas desa yang dijamin 100% organik yang diperik disekitar halaman warga.

Paketpun selesai dengan meminta tamu mengisi buku tamu yang disedikan dan quisioner, untuk mengetahui kesan para tamu juga diquisioner tersebut ditanyakan dari mana sang tamu mendapatkan informasi tentang masmas desa wisata.

Sebagai catatan penting disini bahwa dari harga 150.000/orang tersebut ternyata ada disisihkan untuk kegiatan sosial sejumlah Rp.8.000. menarik kan? Sudah disuguhkan berbagai kegiatan dan masakan khas desa, ternyata tamu juga punya kesempatan bersosial ria, luar biasakan?, nah kalau gitu, buruan booking di 081 7575 8182 atau 082 359 443 272 atau juga bisa di WA dengan nomor 081 75757 8182 atau di Lewat Massangger/FB di habib masmas kaula. Tunggu apa lagi?, buruuuuaaan booking. [] - 05

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru