Menata Kawasan Wisata Pantai Kalaki

KM TNC. Minggu (10/04) Wakil Gubernur NTB, H. Muhammad Amin, SH.,MH meresmikan Objek Wisata Taman Kalaki dan Tourism Information Centre in VIP Bandara Muhammad Salahuddin Bima. Acara peresmian ini diadakan di Taman Kalaki yang dihadiri oleh Bupati dan Wakil Bupati Bima, Kepala Dinas Pariwisata NTB dan Kabupaten Bima, SKPD, Dewan Kesenian Kabupaten Bima, Akademisi, Budayawan, Wisatawan, dan masyarakat penggiat ekonomi kreatif. Keadaan Taman Kalaki terlihat sangat indah, bersih, dan sejuk karena rerumputan hijau, pepohonan yang rindang, taman-taman yang cantik, dan ditambah lagi dengan semarak atraksi ‘Gantao’ serta warna-warni pakaian tenun khas Bima yang dipajang di beberapa stand.

Pemerintah Daerah Kabupaten Bima telah menggelontorkan uang Milyaran Rupiah untuk memoles Taman Kalaki; mulai dari penataan taman, aksesibilitas lokasi, kolam renang, tempat duduk, dan aksesoris. Coba kita bayangkan mengenai daya tarik Objek Wisata Taman Kalaki sekarang; saya kira, karena lokasinya yang dekat dan mudah diakses; karena suasana pantai dan ada sedikit pasir putihnya; dan karena ruang terbuka hijau dengan udara pantainya yang bersih. Itulah sedikit kelebihan dan daya tarik pantai Kalaki bila dibandingkan dengan lokasi lain di Bima. TETAPI, kondisi seperti ini saja tidaklah cukup dan perlu ditingkatkan penataannya menjadi “KAWASAN PARIWISATA TERPADU PANTAI KALAKI”.

Untuk meningkatkan status Pantai Kalaki menjadi Kawasan Pariwisata Terpadu; tentu ada banyak hal yang harus ditata dan dikembangkan agar dapat dikunjungi oleh banyak wisatawan baik lokal maupun asing; seperti Penataan Taman Parkir, Taman Kuliner, Taman Belanja, Taman Ekonomi kreatif, Taman seni dan pertunjukan, Taman Budaya Sejarah, Taman Pintar anak-anak, Taman Ilmiah, Area terbuka untuk olah raga, Tempat Pemandian yang bersih; dan Kampung Wisata. Inilah yang kita bayangkan sebagai sebuah Desa Wisata Pantai Kalaki. Pantai Kalaki harapannya ke depan menjadi sebuah desa wisata yang dimekarkan dari Desa Panda. Pemerintah Kabupaten Bima mendesain PEMUKIMAN baru di kawasan pantai Kalaki mulai dari pembangunan pusat pemerintahan desa sebagai contoh, pemukiman warga sebagai contoh, rumah adat, dan Wisma atau penginapan khas Bima.

Jika Pantai Kalaki mau dioptimalkan dan ditingkatkan statusnya menjadi sebuah kawasan pariwisata terpadu, maka jalur lalu lintas atau jalan raya Nasional ditutup atau dialihkan dibelakang Taman Kalaki agar udaranya bebas dari polusi dan semua lahan yang ada di kawasan Kalaki harus dikelola secara terpadu oleh pihak yang ‘ditunjuk’ oleh pemerintah Kabupaten Bima baik swasta atau pemerintah sendiri; dan kalau bisa semua lahan itu kepemilikannya diambil alih oleh pengelola Kawasan. Untuk mewujudkan cita-cita besar ini tentu harus ada political will dari pemerintah daerah kabupaten Bima dan didukung oleh pemerintah provinsi dan pusat. Oleh karena itu, pemerintah daerah Kabupaten Bima harus segera melakukan kajian tentang DED ‘Detail Engineering Design’ tentang Kawasan Pariwisata Terpadu Pantai Kalaki dengan sharing pendanaan pusat dan daerah. Semoga terwujud. Amin.

(Sumber: Damar damhuji Dosesn STKIP taman Siswa Bima)

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru