Daya Tarik Gili Kalong


Awalnya berat dan kurang mood ketika diajak teman untuk menghabiskan liburan cuti bersama kemarin. Beberapa agenda kegiatan komunitas masih ada yang harus diselesaikan. Fikir saya, Kawasan Gili Balu yang paling indah dan menarik, yaa pastilah Kenawa. Apa sih kelebihan dan keunikan Pulau Kalong? Namun karena ajakan temanteman begitu gencar, ahirnya saya luluh juga.

Perjalanan dari Sumbawa Besar menuju stoping point di Alas Barat bisa ditempuh sekitar 1,5 jam dengan menggunakan sepeda motor. Biasanya pelancong menyeberang dari Desa Labuan Mapin menuju Gili Kalong dengan memakai perahu nelayan setempat sekitar 40 menit waktu penyeberangan. Sebagai alternatif pelancong juga bisa mengambil rute langsung dari dermaga nelayan Poto Tano. Kita bisa nego dengan nelayan pemilik perahu, memasukkan Pulau Kenawa dan Kalong dalam satu paket kunjungan tentunya dengan biaya sedikit lebih mahal.

Atas bantuan seorang teman yang punya kenalan karyawan PT Selat Alas, dengan baik hati saya dan rombongan diperkenankan untuk menggunakan speed boat milik perusahaan mutiara tersebut.  Perjalanan cukup singkat, sekitar 15 menit.

Hari sudah sore ketika kami tiba. Bentangan sabana dan steppa terhampar luas dengan bukit gundul khas pulaupulau kecil nusa tenggara menyambut kedatangan kami. Nun jauh disana sang surya di cakrawala berwarna keemasan perlahan menyembunyikan diri dibalik Rinjani yang menjulang tinggi dalam keanggunan dan keabadian. Menuju peraduan meninggalkan malam bagi sang rembulan. Sajian lanskap yang begitu menawan dan memikat hati. Senja yang begitu sempurna.

Bagi yang ingin menginap di Gili Kalong, hal yang tidak boleh ketinggalan, lotion anti nyamuk! Nyamuk pantai memang terkenal ganasnya. Dari beberapa acara camping ground, baru kali ini saya merasakan serangan nyamuk begitu dahsyatnya. Apalagi Gili Kalong bersebelahan dengan Gili Rengit atau Namo. Namo dalam bahasa Bajo yang berarti nyamuk. Mungkinkah disana negeri asal muasal para nyamuk? Wallahualambissawab.


Sekedar diketahui dinamakan Kawasan Gili Balu karena diwilayah tersebut terdapat delapan (Balu;bahasa Sumbawa) pulau kecil yang sangat potensial untuk kembangkan sebagai destinasi wisata unggulan yang meliputi Paserang, Kambing, Ular, Kenawa, Manduku, Belang, Rengit (Namo) dan Kalong. Hal ini didukung pula dengan keberadaan pulau lainnya di sebelah timur seperti Gili Panjang, Bungin, Bedil dan Keramat yang akhirakhir ini semakin dikenal. Gili kalong yang berada dalam Kawasan Gili Balu. Sebagian besar daratannya merupakan hamparan sabana dan steppa dengan jenis rerumputan yang lebih beragam dibanding Kenawa. Luas Kalong sekitar enam kali luas Kenawa. Selain beberapa bukit yang cukup landai yang memanjang dibagian utara, terdapat enam bukit gundul yang lebih tinggi menjadikan Kalong begitu lebih eksotis dan unik. Kita bisa menempuh waktu setengah jam untuk sampai dipuncaknya dan melihat keindahan seluruh penjuru pulau dari atasnya. Bagi para penyuka fotografi lanscaper yang ingin mengabadikan moment sunrise dan sunset, dengan bentang alam yang sangat mendukung Gili Kalong merupakan tempat ideal yang harus dicoba. Sepertinya dari sudut manapun kita mengabadikan, Gili Kalong akan terekam indah dan luar biasa dalam kamera. Vegetasi mangrove menutupi bagian timur, selatan dan sebagian barat garis pantainya, tempat bersarangnya camar laut, bangau putih dan berbagai jenis satwa lainnya. Sementara disebelah utara berupa dataran dengan pantai berpasir putih yang masih terjaga keasriannya.

Kenapa dinamakan Gili Kalong? Menurut nelayan setempat, di pulau ini terdapat sebuah gua tempat bersarangnya burung Kelelawar (Kalong). Namun sayangnya saya tidak memiliki waktu yang yang cukup untuk mengeksplor pulau ini termasuk mendatangi gua tersebut. Next time keinginan tersebut harus tertuntaskan.


Pesona keindahan bawah lautnya juga tak kalah menarik. Pasir putih dengan air laut yang sangat jernih seakan menggoda siapapun untuk segera menyeburkan diri kedalamnya. Ekosistem padang lamun yang cukup dangkal dengan hamparan tumbuhan alismatales semakin menguatkan karakteristik  bawah lautnya. Spot snorkling begitu indah dan masih terjaga dengan baik. Aneka genus karang dan seliweran jenis ikan hias semakin menambah pesona kehidupan bawah lautnya. Dibeberapa titik terlihat hamparan karang berwarnah putih tapi masih dalam keadaan utuh. Menurut informasi hal ini bukan karena eksploitasi laut tetapi disebabkan oleh cuaca panas badai La Nina beberapa tahun yang lalu. Kondisi karang tersebut justeru menjadi pemandangan bawah laut yang cukup unik. Dijamin anda akan berlamalama didalamnya.

Soo, Kenawa boleh bangga dengan kepopulerannya tapi Kalong lebih mempesona dengan segala potensinya. Bagi yang ingin ke Kenawa sempatkanlah mengunjungi Pulau Kalong, anda akan menemukan sensasi  keindahan dan suasan yang berbeda dibanding Kenawa.                                                      

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru