Wisata Kuliner di Pantai Nipah

Menempuh perjalanan lebih dari 30 menit dari Mataram ke Nipah rasanya sebentar. Pemandangan menawan di kawasan Senggigi Lombok Barat Menuju Nipah Kabupaten Lombok Utara membuat rasa penat  diatas motor tidak terasa. Nipah menjadi tujuan berburu kuliner saya siang itu (14/Juni). Di kanan jalan terdapat bukit-bukit hijau, sementara di kiri terdapat bibir pantai dengan ombak yang menampar tebing atau menyapa pasir putih dengan belaiannya. Beberapa turis tampak mengabadikan keindahan alam Senggigi  dengan kamera yang mereka bawa.

Karena musim liburan, hampir tak ada pantai yang  steril dari wisatawan, terutama wisatawan lokal. Bis-bis berukuran besar berjejer di pinggir jalan, sementara di bawah pohon kelapa yang berjejer rapi terdapat gerombol wisatawan bercengkrama sambil menyantap sajian kuliner.

Saya terus memacu kendaraan menuju Nipah. Di sebuah tikungan terdapat plang bertuliskan “ Selamat Datang di Nipah” menyambut. Setelah plang tersebut terdapat puluhan warung-warung sederhana tempat wisatawan bisa memesan ikan bakar khas Nipah. Di depan warung terdapat alat untuk membakar ikan. Saya tidak langsung memesan ikan bakar di pinggir jalan. Kendaraan langsung memasuki gerbang ke arah pantai. Di situ juga terdapat deretan berugak  tempat para wisatawan bisa menyantap hidangan yang dipesan.  

Nipah bagi saya memiliki daya pikat tersendiri. Pantainya tergolong bersih. Sampah-sampah pantai agaknya sering dibersihkan. Terdapat bak-bak sampah berjejer tempat orang membuang sampah. Kesadaran para pedagang menjadi kunci kebersihan pantai ini. Selain pantai yang bersih, air di pantai ini sangat jernih. Jika kita membawa kaca mata air, maka pemandangan bawah laut akan bisa dinikmati. Selain itu, pantai ini terasa sunyi dan nyaman. Untuk mereka yang ingin melebur dalam suasana yang tidak ramai, maka pantai Nipah yang dikelilingi bebukitan ini bisa menjadi alternatif.

Di salah satu beruga’  saya meletakkan pakaian dan langsung memesan makanan. Setelah memesan makanan badan saya rasanya gatal untuk langsung terjun ke pantai yang jernih bak minyak tanah itu. apalagi cuacanya cukup panas. Di pantai Nipah, terdapat perahu kano yang bisa disewa jika kita ingin menikmati pantai dengan debur ombak yang ramah ini lebih ke tengah. Dengan kano yang bisa disewa sepuluh ribu rupiah, kita bisa bersantai sambil berolah raga mengayuh dayung.

Usai berenang, saya langsung menuju ke berugak di mana makanan dengan menu minimalis tersaji dan siap di santap. Saya katakan minimalis, karena makanan di tempat tersebut tak banyak pilihan. Hanya terdapat  kelapa muda segar tanpa es, nasi putih, sambal tomat dan ikan bakar yang sudah diberi bumbu. Ikan segar yang langsung diolah dengan memberinya bumbu dan langsung dibakar, membuat rasanya menjadi lebih gurih dan  fresh.  Pedagang mempersilahkan pembeli memilih sendiri di dalam bak, ikan mana yang akan disajikan. Semakin besar ikan yang dipilih semakin mahal pula harganya. Hari itu saya memilih ikan yang tidak terlalu besar, harganya Rp. 20, 000, tanpa nasi putih. Saat ikan dibakar, asap yang mengepul membangkitkan rasa lapar. Hmm. Bumbu sederhana dan sambal tomat ternyata sangat maknyuuus. (wan) -05

 

 

 

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru