logoblog

Cari

100 Penari Berbusana Tembe Nggoli Promosikan Produk UMKM Bersaing

100 Penari Berbusana Tembe Nggoli Promosikan Produk UMKM Bersaing

Untuk menampilkan hasil kerajinan tenun dari produk UMKM dan mayarakat Bima, sebanyak 100 penari menampilkan tarian kolosal, mengenakan rimpu dari sarung

Wisata Jalan Jalan

EDY IRFAN
Oleh EDY IRFAN
03 Juli, 2019 16:42:34
Wisata Jalan Jalan
Komentar: 0
Dibaca: 3740 Kali

Untuk menampilkan hasil kerajinan tenun dari produk UMKM dan mayarakat Bima, sebanyak 100 penari menampilkan tarian kolosal, mengenakan rimpu dari sarung tenunan khas suku Bima yang dikenal dengan nama "Tembe Nggoli". Penari-penari ini dihadirkan oleh Pemerintah Kabupaten Bima untuk memeriahkan momentum peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke XXVI tingkat Provinsi NTB di Kabuapten Bima beberapa hari yang lalu. Dengan mengusung tema "Keluarga Nasional Momentum Bersama Meraih NTB Gemilang".

Didepan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah,  Ketua TP PKK NTB Hj. Niken Saptarini  Widyawati, SE. M.Sc, Bupati Bima, Bupati Dompu,  Walikota Bima dan masyarakat, 100 penari yang menggunakan 100 Tembe Nggoli bermotif garis berwarna kuning cerah tampil dengan anggun.  

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah mengapresiasi atraksi 100 penari  dengan menggunakan kerajinan tenun Tembe Nggoli dari produk UMKM dan mayarakat. Menurut Doktor Zul, yang perlu tetap dilestarikan adalah, mempertahankan tarian sebagai warisan budaya dan hasil kerajinan tenun dari pengrajin dan UMKM.

Pria asal Sumbawa ini, mengatakan, Bima terkenal dengan Tembe Nggoli sejak dulu. Sehingga produk tenunan khas di Bima seperti Tembe Nggoli, Tembe Donggo, atau tenunan khas dari Sumbawa dan Lombok, wajib dilestarikan dengan cara memakai produk lokal kita. Peran UMKM  dalam merangkul dan memasarkan tenun khas warisan leluhur ini harus tetap dioptimalkan.

“Saya yakin, 100 penari yang menggunakan tenunan khas Bima, Tembe nggoli ini mereka beli dari UMKM atau masyarakat penenun tradisional, nah ini yang perlu terus dipertahankan,” sebut Dr. H. Zulkieflimansyah.

Gairah masyarakat untuk terus menghasilkan produk tenunan khas daerahnya akan terus terpacu , sehingga terbentuk UKM-UKM baru yang menjadi wadah dan pembina bagi mereka. Disamping hal tersebut yang perlu kita kembangkan adalah regenerasi penenun untuk tertarik belajar menenun.

Saat ini Tembe Nggoli semakin langka, karena penenun Tembe Nggoli semakin berkurang. Mengingat proses menenun Tembe Nggoli yang cukup sulit dan masih menggunakan peralatan menenun yang tradisonal, sehingga jarang ada anak-anak zaman sekarang yang mau belajar menenun.

 

Baca Juga :


Untuk memacu perekonomian masyarakat dan melawan kemiskinan dari desa, UMKM ini harus terus bersaing. Menajemen masyarakat untuk bergabung di UMKM harus terus dipacu, sehingga memasarkan prodak tenusan khas daerah ini mudah. Pemerintah Provinsi NTB memberikan jalan kepada masyarakat lewat program unggulan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah, M.Pd, yang termuat dalam RPJMD 2019-2023, dengan Gemilang Pariwisata, ekonomi dan perindustrian lewat UMKM bersaing.

Bupati Bima Hj. Damayanti Putri, SE , mendukung penuh Misi membangun NTB Gemilang dengan 60 program unggulan Pemrov. NTB. Menurut Dinda Rimpu dengan menggunakan Tembe Nggoli merupakan tradisi busana leluhur masyarakat bima. Karenanya, tembe nggoli dirajut dengan motif dan kualitas  yang sangat baik. Tarian kolosal oleh penari asal sanggar la Diha desa Maria merupakan salahsatu desa wisata di Kabuapten Bima  memamerkan dan mempromosikan Tembe Nggoli sebagai oleh-oleh dan cenderamata bagi para tamu yang berkunjung ke Bima.

Berdasarkan fungsi, Tenun Tembe Nggoli ini dibagi menjadi beberapa jenis. Tembe Songke atau Sarung sebagai tenun unggulan, Sambolo (Destar) atau ikat kepala yang bisa dipakai kaum laki-laki yang memasuki usia remaja, Weri atau ikat pinggang yang terbuat dari Malanta Solo, Baju Mbojo dan Syal atau selendang yang biasa dipakai kaum pria Bima sebagai hiasan saat menghadiri pesta atau sebagai selempang bagi para wanitanya.

Tembe Nggoli adalah kain tenun sarung khas Bima, yang terbuat dari benang kapas atau katun. Kain tenun sarung ini memiliki beragam warna yang cerah dan bermotif khas sarung tenun tangan. Keistimewaan lain yang dimiliki oleh  Tembe Nggoli, berbahan halus, tidak mudah sobek, dan dapat menghangatkan tubuh. Tembe Nggoli memiliki keunikan, bila dipakai saat cuaca dingin akan hangat, begitupun saat dipakai saat cuaca panas akan terasa dingin. “Gak sempurna rasanya kalau ke Bima tanpa membawa oleh-oleh Tembe Nggoli sebagai buah tangan,”. (Edy-TM)



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan