logoblog

Cari

Ngabuburit Di Sebau

Ngabuburit Di Sebau

KM. Sukamulia - Apa kabar para pencinta wisata dan pencinta Kampung Media. Semoga puasa kali ini tidak menghalangi langkah kita berwisata.

Wisata Jalan Jalan

KM. Sukamulia
Oleh KM. Sukamulia
18 Mei, 2019 00:21:16
Wisata Jalan Jalan
Komentar: 0
Dibaca: 6936 Kali

KM. Sukamulia - Apa kabar para pencinta wisata dan pencinta Kampung Media. Semoga puasa kali ini tidak menghalangi langkah kita berwisata. Kali ini kami hendak bercerita mengenai pengalaman ngabuburit kami di Hutan dan Pemandian Air Hangat Sebau. Mari kita mulai ceritanya,,,heee.

Ngabuburit, demikianlah tren nasional dalam menyebut kegiatan berwisata sebelum berbuka puasa. Biasanya, tujuan ngabuburit adalah tempat-tempat wisata yang ramai; seperti taman kota, pantai dan lainnya, tempat pembelanjaan dan tempat-tempat tongkrongan muda-mudi di pedesaan ataupun pusat perkotaan. Berbeda dengan kami yang pada bulan Ramadhan kali ini senang ngabuburit ke tempat-tempat yang agak sepi, salah satunya adalah Objek Wisata Alam Pemandian Air Hangat Sebau.

Hutan dan Pemandian Air Hangat Sebau merupakan salah satu objek wisata alam yang ada di wilayah perbatasan Kecamatan Sembalun dan Sueka. Tempat ini adalah bagian dari kawasan Geopark Rinjani yang menyuguhkan destinasi wisata alam hutan belantara dengan Hot Spring-nya.

Hari ke-5 Ramadhan 1440 ini, kami mencoba ngabuburit ke sana dengan tujuan untuk menyatukan diri dengan alam bebas yang jauh dari hiruk pikuk ributnya perdebatan berbagai permasalahan hidup dan menikmati indahnya nuansa ramadhan yang keberadaannya dihajatkan tuhan untuk meningkatkan ketakwaan orang-orang beriman.

Saya, Jannatan, Hartonol, Didik Kurniawan, Saepul dan Usman sudah lama merindukan perjalanan ini dan alhamdulillah kerinduan itu dijawab juga oleh Pencinpta Semesta Alam. Kami memulai perjalanan dari Sapit Village pada sekitaran pukul 15.10 wita. Dari sana kami mengendarai motor hingga mendekati kawasan Pemandian Air Panas Sebau. 

Dari Sapit Village, kami membutuhkan waktu sekitar 1 jam untuk sampai di Pemandian Air Panas Sebau dengan kendaraan roda dua yang kami kendarai. 

Untuk sampai di Hot Spring Sebau, dari gerbang masuk Kawasan Hutan Sebau, hanya dibutuhkan waktu sekitar 30 menit dengan menyusuri jalan setapak yang membentang di antara rindangnya pepohonan. Jalan setapak yang sedikit rusak oleh hujan, tidak menyulitkan perjalanan menggunakan roda dua.

Hutan nan rindang, udara sejuk, gemercing suara gesekan dahan yang tertiup angin dan kicauan berbagai jenis burung membuat otak serasa direfres. Suasana yang demikian memberikan rasa nikmat yang tiada bisa diungkap dengan perkataan. Begitu agung kuasa sang Pencipta Semesta, rasanya kami terlalu sombong jika tidak mengungkapkan rasa syukur atas rasakan nikmat yang dihadiahkan tuhan kepada kami di saat itu. Demikian kiranya, hikmah ngabuburit yang kami rasakan hari itu.

Sekitar 100 m dari Hot Spring Sebau, motor kami parkir dan kami menuju lokasi Mata Air Hangat Sebau dengan berjalan kaki. Indah sungguh hamparan hutan yang kami lalui. Sesampai di sekitaran mata air, kami disambut oleh pemandangan gundukan bukit yang terlihat bak lukisan. Udara dingin dan kera berekor panjang yang bermain loncat-loncatan di pinggiran hutan membuat otak dan hati serasa teramat sangat tenang. Sungguh, suasana itu membuat hidup serasa tiada beban. Haus dan lapar sejak pagi-pun terlupakan.

 

Baca Juga :


Kami tidak mau menyia-nyiakan kesempatan untuk menikmati destinasi air hangat Sebau yang dipercayai memiliki kelebihan bagi kebugaran badan dengan mitosnya yang konon dapat memberikan kekuatan supranatural bagi badan siapa saja yang berendam di telaga tersebut.

Kami-pun berendam dan menikmati hangatnya air yang diberi rasa hangat oleh tuhan melalui proses alam. Sungguh, suasana ini akan selalu kami rindukan. Sekitar 15 menit berendam, badan ini terasa ringan. Hal yang sama juga dirasakan oleh Jannatan, Saepul dan Usman.

Kami betul-betul merasakan nikmat yang sedemikian. Hal itu memacu hati untuk meningkatkan rasa syukur dan keimanan bagi kami. Yachhh, rasanya ingin berlama-lama memanjakan diri dengan nikmat tuhan yang tiada hingga di tempat itu, sayangnya matahari terlihat hendak pulang yang seolah menyenat kami untuk segera pulang.

Suasana dan nikmat semacam inilah yang membuat kami senang ngabuburit ke tempat-tempat yang agak sepi yang seolah mengasingkan kami dari penghuni dunia yang diraduki rasa benci.

Ngabuburit kami di Sebu seolah membuat jiwa kami kembali suci dan hati menjadi luas seta bebas dari kontaminasi. 

Bagi anda yang hendak merasakan apa yang kami nikmati dalam cerita tadi, maka datanglah ke Sebau, insyallah anda akan mendapatkan destinasi yang dapat menenangkan hati. Salam Pesona dan Salam dari Kampung.
_By. Asri The Gila_



 
KM. Sukamulia

KM. Sukamulia

Nama : Asri, S. Pd TTL : Sukamulia, 02 Januari 1985 Jenis Kelamin: Laki-laki Agama : Islam Pekerjaan : Swasta Alamat, Dusun Sukamulia Desa Pohgading Timur Kec. Pringgabaya No HP : 082340048776 Aku Menulis Sebagai Bukti Bahwa Aku Pernah Ada di Dunia

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan