logoblog

Cari

Cara Wisatawan Belajar Kearifan Lokal Dari Lereng Rinjani

Cara Wisatawan Belajar Kearifan Lokal Dari Lereng Rinjani

Desa Kembang Kuning di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) teramat mempesona bagi wisatawan domestik terlebih wisatawan mancanegara. Pesona khasnya

Wisata Jalan Jalan

KM Rinjani Lombok
Oleh KM Rinjani Lombok
17 Januari, 2019 11:49:44
Wisata Jalan Jalan
Komentar: 0
Dibaca: 4012 Kali

Desa Kembang Kuning di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) teramat mempesona bagi wisatawan domestik terlebih wisatawan mancanegara. Pesona khasnya memendarkan panorama khas kawasan agraris, hamparan persawahan hijau. Kecuali itu desa yang terletak di lereng  gunung
Rinjani ini juga memiliki beragam potensi atraksi seni dan budaya, kearifan lokal, dan keramahtamahan masyarakat.
Desa yang berjarak 85 kilometer arah timur Kota Mataram, ibukota provinsi NTB ini justru membuat intresting (rasa ingin tahu,  red)  wisatawan mancanegara untuk menyelami dan berbaur dengan kehidupan serba local di desa ini cukup tinggi. 
Ketua Kelompok Wisata (Pokdarwis) Desa Kembang Kuning Musanip  di Kembang Kuning mengaku survive atas upaya yang dilakukannya selama ini untuk lebih banyak berkontribusi bagi kemajuan pariwisata di desanya.
Musanip menyatakan,  potensi alam desa Kembang Kuning yang cukup menjanjikan dan bisa menjadi komoditi yang layak dijual ke wisatwan dan tentunya memiliki efek domino secara ekonomi bagi masyarakatnya.  
"Karena itu, apa yang kami lakukan bersama anggota Pokdarwis yang sebagian besar terdiri dari muda-mudi yang konsen terjadap kemajuan desanya mendapat umpan balik dari Kementerian Pembangunan Desa Tertinggal (KPDT)," kata Musanip .
 Musanip tidak ragu mengucap kalimat bangga, karena, pada akhir bulan Desember lalu Kementeroan PDT meresmikan Desa Kembang Kuning sebagai Desa Wisata.
Musanip menambahkan, paket wisata ‘Coffee Siong Kete’ sungguh sangat digemari wisatawan. Paket wisata Coffee Siong Kete atau menggoreng biji kopi melalui wajan (wadah) yang terbuat dari tanah liat yang oleh masyarakat Lombok dikenal dengan istilah “kete” itu memang terlihat prosesnya sederhana dan biasa saja. Namun inilah daya tarik wisatawan untuk langsung mencoba prosesing itu dari menggoreng kopi secara tradisional hingga menyuguhkannya menjadi secangkir kopi," jelas Sanip panggilan akrabnya.
Dijelaskan Musanif, wisatawan mancanegara sangat suka paket Coffee Siong Kete ini. Mereka menggoreng biji kopi dengan wajan dari tanah liat yang secara lokal disebut Kete. Kemudian memprosesnya hingga menyeduh dan menikmati kopi khas desa Kembang Kuning,” ujarnya.
Keseharian masyarakat petani yang sebagian besar jadi mata pencarahian masyarakat di desa ini juga menjadi hal yang menarik bagi wisatawan mancanegara.
Musanip mencontohkan, wisatawan yang datang biasanya menghabiskan waktu di persawahan. Melihat proses memetik kelapa, membuat minyak kelapa tradisional, hingga ikut belajar memasak dengan bahan sayur-sayuran yang langsung dipetik di lahan petani.
Menururnya,  Pokdarwis juga tengah aktif melakukan pelatihan muda-mudi untuk melestarikan alat musik tradisional Ketongkek. Ini alat musik terbuat dari rangkaian bambu, semacam angklung di Jawa Barat.
“Atraksi Ketongkek ini bisa dikolaborasi dengan fire dance dan lainnya, sehingga bisa jadi pertunjukan malam hari untuk tamu yang datang,” katanya.
Sekretaris Desa Kembang Kuning,  Safarudin mengakui potensi desa berpenduduk 3000-an jiwa ini teramat banyak. Baik potensi pertanian,  perkebunan, perikanan ataupun potensi alam pegunungan yang indah karena posisonya berada di bawah lereng Gunung Rinjani. 
"Di sini kita punya air terjun yang masih alami,  lahan persawahan yang luas yang dijadikan lahan usaha tani masyarakat.  Panorama alam inilah yang kita eksplore dan ekspose melalui media sosial dan ternyata menjadi dayay tarik trrsendiri bagi para wisatawan yan ingin langsung berbaur dengan pekerjaan keseharian petani.  Taruhlah umpanya bagaimana manjat kelapa, memetiknya lalu menjadikannya sebagai bumbu sayur. Bahkan proses pembuatan minyak kelapa turut menjadi minat khusus sendiri bagi wisatawan. Dan kearifa lokal seperti ini yang kita jual, " ungkaf Safar sapaan akrabnya. 
Mr.  Andrew wisatawan asal Prancis mengaku sangat senang dan bahkan ingin tinggal berlama-lama di desa ini.  
"Saya senang di alam pedesaan yang masih asli ini. Bisa berinteraksi dengan masyarakat dan tentunya bisa belajar kehodupan sosial dan budaya masyarakat desa, " kata Mr.  Andrew. (Wardi) 

 

 

Baca Juga :




 
KM Rinjani Lombok

KM Rinjani Lombok

KM Rinjani Lombok diinspirasi oleh tekad bersama sesama anggota untuk membangun informasi produktif, komunikatif dan aspiratif di seputar Lobar dan gumi Lombok umumnya. Anggota: Hernawardi (Ketua), Fathurrahman, Ardipati, L. Suhaemi, Rian F, L. Budi D. Hp

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan