logoblog

Cari

Tutup Iklan

Tamasya Ke Tamase

Tamasya Ke Tamase

Tamase terletak di Jurumapin, Kecamatan Bruer, kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Jurumapin suatu desa yang asri penuh dengan kekayaan alam yang

Wisata Jalan Jalan

Fahrurizki
Oleh Fahrurizki
21 Februari, 2018 20:13:30
Wisata Jalan Jalan
Komentar: 0
Dibaca: 5202 Kali

Tamase terletak di Jurumapin, Kecamatan Bruer, kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Jurumapin suatu desa yang asri penuh dengan kekayaan alam yang mempesona. Tak hanya bertamasya yang ditawarkan oleh Tamase, konsep Eduwisata pada tempat ini kita bisa sambil belajar mengenai macam-macam pohon serta kearifan lokal suku Samawa (Sumbawa). Tamase merupakan tempat yang cocok bagi yang suka dengan suasana pedesaan dan alam pegunungan.

Dari kota Bima saya bersama rombongan lainnya yang turut menghadiri SKUTER (Sekolah Kalikuma Terlibat) diadakan di tempat tersebut yaitu Villa Bulaeng selama dua hari. Selepas sholat Jum`at (16/02/2018), kami mulai menyusuri aspal dari Bima (star dari Masjid Bolo cabang Dena) menuju Jurumapin waktu tempuh kurang lebih 10 jam. Banyak kendala yang kami hadapi juga berhadapan dengan hujan ketika masuk di Lopok, Sumbawa. Hujan dengan lebatnya terus mengguyur Lopok selama 2 jam, namun tim tetap semangat dan beruntung kami singgah di pondok peristirahatan dimana kami bisa memesan kopi dan mie rebus. Seusai Maghrib kami melanjutkan perjalanan menuju Sumbawa Besar.

Tiba di Sumbawa Besar pada pukul 8 malam, rombongan beristirahat sejenak sambil mengisi bahan bakar motor di Pom sekitar Labuan Badas. Jam menunjukkan pukul 21.30 Wita, kami melanjutkan lagi perjalanan menuju Jurumapin, Kecamatan Bruer, diperkirakan jarak tempuh dua jam. Jam 11 malam tiba di Jurumapin, keadaan desa sudah sepi, ragu akan jalur tempat yang dituju kamipun menanyakan masyarakat yang masih duduk depan rumahnya. Arah yang kami ambil memang benar kata warga, lurus saja dan ikuti jalan utama beraspal, katanya.

Setelah mengikuti jalan utama yang beraspal, tampak satu komplek yang terang dan diatasnya tertera sebuah tulisan yang besar ‘TAMASE’, akhirnya tiba juga tepat pukul 23.30 Wita. Motor kami simpan didalam areal parkir Villa Bulaeng, begitu memasuki areal villa udara dingin dan sejuk sungguh sangat menakjubkan, dari kejauhan tampak teriakan sambutan dari rombongan SKUTER Mataram yang sudah duluan tiba tadi sore. Tak ada kompromi lagi setelah duduk dan berbincang sejenak, terasa badan pegal sayapun memutuskan untuk langsung menuju kamar yang sudah di sediakan dan langsung megambil posisi untuk beristirahat.

Suara Adzan Subuh memecah keheningan Tamase, saya terbangun tak terasa ternyata sudah Subuh juga semua teman-teman SKUTER sudah terbangun semua dan bersiap untuk melaksanakan Sholat Subuh berjamaah. Seusai Sholat berjamaah kemudian Pak Doktor Abdul Wahid mengarahkan peserta untuk dilanjutkan Kultum (kuliah tujuh menit) bersama Pak Badrul Munir. Dibalik gunung Tamase matahari mulai mengintip indahnya pagi di antara pohon-pohon Durian dan kabut pagi menyelimuti punggung gunung. Semua tim bersiap untuk jogging pagi berkeliling Tamase, ditemani oleh tawa anak-anak dan kicauan burung.

Suasana pagi yang begitu indah dan menyegarkan, lelah dan pegal akibat perjalanan jauh telah hilang badan sudah fit kembali. Saya memutuskan untuk berkeliling Villa Bulaeng sambil mengabadikan moment yang indah dan suasana asri menakjubkan. Terdengar suara panggilan untuk sarapan di bawah kolong villa. Semua tim berkumpul untuk sarapan bersama, dibawah kolong villa tatanannya sangat fleksibel selain bisa untuk tempat diskusi juga sebagai tempat sholat dan terdapat perpustakaan mini, sangat cocok untuk membaca buku disini karena suasananya tenang sekali.

 

Baca Juga :


Memasuki jam 10 pagi semua tim melakukan diskusi dan pemantapan gerakan Sekolah Kalikuma Terlibat atau disingkat SKUTER. Bertempat di gazebo yang terletak sebelah Utara, diskusi berlangsung dengan serunya dimana dipandu oleh Pak Doktor Wahid selaku Pembina SKUTER. Pembahasan mulai dari Budaya, Sejarah hingga literasi yang bertujuan untuk mengembangkan potensi edukasi pada masyarakat di Nusa Tenggara Barat. Diskusi jeda sebentar untuk melakukan sholat Dzuhur dan dilanjutkan lagi nanti setelah makan siang.

Pada sekitar Villa terdapat aktifitas masyarakat Jurumapin yang sedang panen padi disawah mereka, saat mengabadikan kegiatan panen seorang laki-laki paruhbaya menghampiri dan bertanya menggunakan bahasa Bima, kagetnya saya dibuat oleh bapak tersebut, langsung kami berdua berbincang menggunakan bahasa Bima dengan begitu akrabnya, katanya si Bapak belajar bahasa Bima pada tetangganya orang Bima yang menetap di Utan. Juga didalam Villa terdapat kolam yang beberapa orang terlihat sedang memancing. Hujanpun turun pada sore hari menjadikan suasana Villa Bulaeng semakin menakjubkan, saya berkata kepada teman-teman tim yang Jomblo bahwa tempat ini sangat romantic sangat cocok buat bulan madu kalian kelak, merekapun tertawa dan mengamini perkataan saya.

Hujan terus turun membasahi bumi Tamase dan adzan Maghrib berkumandang terdengar dari bawah Masjid Jurumapin. Seluruh tim bergegas melaksanakan sholat Maghrib berjamaah dibawah kolong villa. Seusai sholat dilanjutkan dengan tausiah oleh Pak Doktor Wahid, tampak seluruh tim terlihat serius ketika pak Doktor bercerita bagaimana dia memotivasi dirinya dengan berzikir ketika sebuah kecelakaan hampir merenggut nyawanya. Kisah yang begitu memotivasi hingga tak terasa adzan Isya berkumandang kamipun melanjutkan sholat Isya berjamaah. Setelah sholat semua tim melanjutkan acara bakar jagung dan ayam, yang paling heboh yaitu ketika hidangan makan malam memakai daun pisang, sebuah moment yang begitu menakjubkan. Jam menunjukkan pukul 11 malam, sayapun menuju villa untuk tidur karena besok perjalanan jauh kembali ke Bima dan hari Minggu acara selesai.

Terdengar suara Pak Noor memanggil seluruh tim SKUTER untuk melaksanakan sholat Subuh, depan emperan villa sebagian tim sudah bersiap melaksanakan sholat, sayapun bergegas untuk mengambil wudhu. Lalu setelah sholat Subuh dilanjutkan dengan kultum lagi oleh Pak Badrul Munir bertempat di Gazebo utama Villa Bulaeng. Sangat menakjubkan sekali dimana saya dapat banyak sekali petuah dan petunjuk dari orang-orang hebat. Seusai kultum dilanjutkan lagi sesi foto bersama untuk dan sekalian pembubaran serta pamitan tim Bima, setelah pamitan jam 10 pagi kami mulai star untuk menuju Bima. Suatu kegiatan yang tak terlupakan tempatnya sangat mendukung dengan suasana asri serta keindahan alamnya juga di isi oleh orang-orang hebat yang sangat memotivasi. ()



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan