logoblog

Cari

Tutup Iklan

Plesiran ke Desa Wisata Mbawa

Plesiran ke Desa Wisata Mbawa

Desa Mbawa, Kecamatan Donggo, Kabupaten bima merupakan desa dengan suasana alam dan tradisi yang dilandasi yang pia budaya religi yang kuat. Masyarakat

Wisata Jalan Jalan

KM Samparaja
Oleh KM Samparaja
17 September, 2016 08:30:38
Wisata Jalan Jalan
Komentar: 2
Dibaca: 33124 Kali

Desa Mbawa, Kecamatan Donggo, Kabupaten bima merupakan desa dengan suasana alam dan tradisi yang dilandasi yang pia budaya religi yang kuat. Masyarakat Desa Mbawa mempunyai pandangan hidup yang berdasarkan pada adat istiadat nenek moyang mereka. Juga keraifan yang hingga kini menjadi pelajaran dalam hidup mereka.

Landasan budaya tersebut berpengaruh pada bentukan fisik desa tersebut serta adat istiadat masyarakat, dengan ciri pakaian dan religi mereka yang menarik yaitu hidup berdampingan walaupun beda keyakinan. Masyarakat Desa Mbawa sangat menjunjung keharmonisan dan keselarasan hidup bermasyarakat yang terbukti dengan adanya tiga keyakinan yaitu Islam, Katolik, dan Prostestan.

Dalam kesempatan mengunjungi Desa Mbawa Kamis (15/9/2016) kemarin kami sangat menikmati beraneka ragam sajian keindahan alam dan menyaksikan langsung aktifitas  masyarakat Desa Mbawa, dan keramahan warga desanya.  

Menuju Desa Mbawa dari Kota Bima memakan waktu sekitar 1 jam lebih, megambil jalur dari arah Sila. Ketika di Sila kami terlebih dahulu makan siang berhubung di Mbawa tidak ada rumah makan.  Perjalanan dari Sila ke Mbawa akan disajikan keindahan pelataran alam tanah Bolo yang memukau dari atas ketinggian desa O`o yang tingginya kurang lebih 1000  diatas permukaan laut.

Setelah sampai di Desa Mbawa kami terlebih dahulu berkunjung di situs cagar budaya Uma Leme, dimana dahulunya sebagai tempat tingga seorang Ncuhi yaitu kepala suku masyarakat Mbawa. Disini mereka masih menerapkan tatanan adat leluhur mereka dan masih mengangkat seorang Ncuhi sebagai pemimpin kelompok adat mereka.

Diatas Uma Leme terdapat beberapa perkakas zaman dahulu, dapur yang masih memakai kayu bakar, piring dan gelas dari buah maja oleh masyarakat setempat disebut wila. Lantai rumah dari bamboo dan Alaskan tikar dari daun pandan. Oleh masyarakat setempat Uma Leme dianggap keramat dan juga masih di percaya mistis dengan adanya arwah leluhur mereka yang menghinggapi rumah tersebut.

 

Baca Juga :


Setelah dari Uma Leme, kami berkesempatan untuk menemui Ncuhi di kediamannya tak jauh dai situs tersebut. Namanya Pak Yosef Ama Siri oleh masyarakat biasanya dipanggil Ama Usu, beliau menganut keyakinan Katolik. Ama Usus banyak bercerita tentang para Ncuhi sejak zaman dulu yang memimpin di Mbawa, sangat menarik menyimak cerita tentang para Ncuhi Mbawa. Setelah berbincang lama dengan Pak Yosef kami berlanjut berkeliling Desa Mbawa sekalian untuk hunting foto HI (Human Interest).

Berbagai sudut diantara rumah-rumah panggung kayu kami telusuri dan yang menariknya berjumpa dengan sekumpulan anak-anak yang sedang asik bermain Kawongga atau dikenal dengan gangsing. Juga tak kalah menariknya dijumpai juga rumah berdinding Kabaho yaitu sebuah kulit kayu dibuat dinding untuk rumah, cara ini adalah cara orang Mbawa dulunya biasa juga disebut “Jarimpi Kabaho”.

Biasanya pada musim panen akan diadakan ritual syukuran seperti ritual budaya Raju, juga berbagai kesenianpun juga banyak terdapat di Mbawa diantaranya tarian Kalero yang menceritakan penghormatan kepada leluhur mereka yang sudah meninggal. Namun jika ingin melihat pementasan itu terlebih dahulu kita harus pesan dan membayar pada sanggar yang masih mempertunjukkan tarian tersebut. 

Lihat Foto-foto Desa Mbawa disini() -01



 

Artikel Terkait

2 KOMENTAR

  1. KM JONG CELEBES

    KM JONG CELEBES

    18 September, 2016

    gambarn ayunan anak di sampul poto tradisi apa namaxa bang.....


    1. KM Samparaja

      KM Samparaja

      21 September, 2016

      namanya Pajo Tembe


 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan