logoblog

Cari

Melongok Dapur Pembuatan Timbu di Dompu

Melongok Dapur Pembuatan Timbu di Dompu

Setelah melakukan perjalanan yang sangat melelahkan memakai sepeda motor dari Bima ke Dompu, sesampainya di Bada, kabupaten Dompu, asap mengepul di

Wisata Jalan Jalan

Fahrurizki
Oleh Fahrurizki
02 September, 2016 20:21:23
Wisata Jalan Jalan
Komentar: 0
Dibaca: 68556 Kali

Setelah melakukan perjalanan yang sangat melelahkan memakai sepeda motor dari Bima ke Dompu, sesampainya di Bada, kabupaten Dompu, asap mengepul di depan sebuah rumah, asap itu berasal dari tempat pemanggangan nasi lemang atau oleh orang Dompu sebut “Timbu”. Sudah kewajiban di kampung Bada tiap generasi harus mempunyai keahlian dalam membuat Timbu. Belum lengkap traveling anda jika ke Dompu sebelum mencicipi panganan yang satu ini.

Menyaksikan pembuatan Timbu di rumah Ibu Sei (67) sangat menarik dengan berbagai proses apalagi setelah usai dipanggang dan Timbu dikeluarkan dari bambu, aromanya pasti akan membuat anda lapar lagi dan yang lapar akan semakin digoda. Nama Timbu sendiri belum tahu dari mana asalnya, kata Rahma anak perempuan Ibu Sei. Tapi pembuat timbu sejak dulu sudah ada di kampung Bada ini, kata Rahma.

Timbu adalah nasi lemang, makanan khas orang melayu, dalam hal ini saya beranggapan bahwa dahulu Timbu dibawa oleh para pedagang melayu dahulu yang datang di Dompu, terlebih lagi kampung Bada adalah kampung arab yang seluruhnya adalah areal wilayah perdagangan. Namun tiap daerah nasi lemang sangat beda, seperti halnya dengan rasa Timbu Dompu yang mempunyai aroma khas tersendiri.

Ibu Sei yang sudah sejak tahun 1980 membuat dan menjual Timbu, beliau menjelaskan kepada saya bagaimana proses pembuatan Timbu, dimulai dari bahannya yaitu beras, kelapa, garam dan bambu serta daun pisang. Setelah itu beras diberi santan kemudian digulung dengan daun pisang lalu dimasukkan kedalam bambu yang telah dipotong kurang lebih sepanjang 40 cm. Saat dipanggang bambunya ditutupi menggunakan ampas kelapa supaya panasnya merata, kata Ibu Sei.

Proses pembuatan Timbu sangat lama dan membutuhkan ekstra kesabaran, persiapan dimulai dari jam 7 pagi hingga selesai pemanggangan jam 4 sore (proses pemanggangan membutuhkan 4 jam). Jika proses pemanggangan telah selesai, sore harinya orang akan datang mengerubuni halaman rumah Ibu Sei untuk membeli timbu buatannya terlebih lagi pas menjelang Lebaran, order banyak hingga dari Mataram dan Jakarta cerita Ibu Sei. Dalam sehari biasanya Ibu Sei membuat 40 hingga 50 batang Timbu.  Bahannya sangatlah sederhana tapi nikmatnya Timbu sangat menggoda selera ketika dimakan saat panas, apalagi dimakan dengan Dahi Bongi yaitu tape ketan hitam.

 

Baca Juga :


Satu porsi Timbu dijual dengan harga Rp.25.000 jika untuk oleh-oleh akan semakin menarik jika masih ada bambunya yang melindungi aroma dan kehangatan Timbu. Rumah Ibu Sei terletak di kampung Bada belakang mini market Hamed. Jika berkunjung saat jam pembuatan siang hari, asap dari pemanggangan Timbu akan tercium dari lorong gang. Jika ke Dompu jangan lupa mampir kesini, cobain nasi lemang ala orang Dompu.

Negeri sumpah Palapa kalo para blogger Dompu nulis untuk nama Kota Dompu mereka. Terletak di tengah Pulau Sumbawa, yang alamnyapun sangat menggiurkan. Salah satu yang identik dengan Dompu adalah pantai Lakey, tempat para Surfer dunia datang untuk menaklukkan ombak Hu`u yang terkenal akan liarnya. Kota Dompu bisa dibilang kota yang sangat sederhana tidak terlalu luas untuk ditelusuri, namun di berbagai wilayah desanya banyak menyimpan keindahannya terlebih lagi savanna di Doro Ncanga yang membuat kita terasa di Afrika.

Lihat foto proses pemanggangan Timbu Disini () -05



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan