logoblog

Cari

Tutup Iklan

Berkunjung ke Pulau Kaung

Berkunjung ke Pulau Kaung

Pulau Kaung merupakan salah satu pulau kecil dan sekaligus sebagai desa yang terletak di Kecamatan Alas Barat, Kabupaten Sumbawa. Pulau ini

Wisata Jalan Jalan

KM JONG CELEBES
Oleh KM JONG CELEBES
16 Mei, 2016 04:49:19
Wisata Jalan Jalan
Komentar: 2
Dibaca: 97166 Kali

Pulau Kaung merupakan salah satu pulau kecil dan sekaligus sebagai desa yang terletak di Kecamatan Alas Barat, Kabupaten Sumbawa. Pulau ini berdampingan dengan Pulau Bungin; olehnya itu, bila kita ingin berkunjung di desa pulau ini dapat meggunakan perahu kecil atau sampan dengan jarak tempuh sekitar lima belas menit dari Pulau Bungin.

Akan tetapi, jika kita ingin menggunakan kendaraan beroda empat atau beroda dua dapat melewati jalan darat yang telah membentang dari daratan Alas Kota ke pulau ini, yaitu dengan jarak tempuh sekitar dua puluh menit dari jalur propensi yang menuju ke Kota Sumbawa, itu pun dengan harus melewati kondisi fisik jalan yang masih berupa batu-batu krikil. 

Luas Pulau Kaung adalah 8 Hektar. Jumlah penduduknya pun mencapai sekitar 3132 jiwa, yang mana jumlah penduduk laki-laki terdiri dari 1046 dan jumlah penduduk perempuan berkisar 1086, dan jumlah kepala keluarga sekitar 867 orang.

Pulau kecil ini juga pada awalnya hanya berupa gundulan pasir putih yang mengeras dan berbentuk “merangkul laut”. Kata “Merangkul” jika diterjemahkan ke dalam bahasa bajo adalah “Kaung”. Itulah sebabnya pulau ini dinamakan Pulau Kaung. Dulunya, luas pulau ini hanya mampu dihuni oleh  tujuh rumah panggung. Tapi karena dari tahun ke tahun banyaknya warga penduduk dari luar yang ingin menetap di tempat ini; dengan suatu alasan, yaitu ingin dekat dengan laut agar mudah melakukan aktifitas kerjanya sebagai nelayan. Mereka pun melakukan perluasan wilayah dengan sistem penimbungan batu karang untuk pembangunan rumah panggung, dan akhirnya pulau ini menjadi luas.

Dulunya juga, di pulau kecil ini tidak memiliki akses jalan yang menghubungkan dengan daratan Alas Kota. Para penduduk; termasuk anak sekolah; yang mana jika ingin pergi ke sekolah; mereka harus naik perahu jika air laut lagi naik. Terkecuali jika air lagi surut, mereka pun dapat berjalan kaki di atas hamparan pasir yang terhubung dengan pulau ini.

Atas swasembada masyarakat, yaitu sekitar tahun sembilan puluhan; sebuah jalan yang berhasil membentang dari Alas Kota menuju ke pulau ini. Hingga kini perkembangan masyarakat dalam berbagai sektor mengalami perubahan. Anak sekolah pun banyak mempergunakan kendaraan sepeda motor, para pengusaha ikan dengan mudahnya untuk menjalankan bisnisnya, begitu pun juga berbagai keperluan masyarakat setempat di desa lain atau di luar kota dapat terselesaikan dengan cepat.

Penduduk yang mendominasi di wilayah pulau kecil ini adalah penduduk yang berketurunan Sulawesi, yakni dari suku bugis dan suku makassar. Namun sebagian penduduk mengakui dirinya berasal dari suku bajo, dan juga sebagian kecil yang mengaku sebagai penduduk asli Sumbawa dan juga dari suku sasak-Lombok.

Walaupun keseluruhan penduduk yang menetap di Pulau Kaung ini terdiri dari beberapa suku, namun tetap saja mereka memiliki rasa kebersamaan atau solidaritas yang