logoblog

Cari

Tutup Iklan

Wisata Cidomo Di Gili Trawangan

Wisata Cidomo Di Gili Trawangan

Cidomo merupakan salah satu alat transportasi tradisional yang masih membudaya di Lombok. Di setiap wilayah pedesaan, bahkan di kota Mataram sendiri,

Wisata Jalan Jalan

KM JONG CELEBES
Oleh KM JONG CELEBES
17 November, 2015 21:28:12
Wisata Jalan Jalan
Komentar: 0
Dibaca: 21765 Kali

Cidomo merupakan salah satu alat transportasi tradisional yang masih membudaya di Lombok. Di setiap wilayah pedesaan, bahkan di kota Mataram sendiri, alat transportasi tradisional yang mengendalikan kuda ini sangat disenangi oleh penduduk lokal, maupun penduduk luar yang datang berlibur di Lombok.

Secara umum, cidomo menjadi alat transportasi umum bagi penduduk Lombok. Sealain itu, cidomo di Lombok juga menjadi bentuk budaya yang dapat diperkenalkan pada wisatawan yang sedang berlibur di Lombok, seperti di Gili Trawangan.

Semenjak berkembangnya pariwisata di Gili trawangan, Lombok Utara, Cidomo menjadi salah satu daya tarik wisatawan. Inilah merupakan salah satu keunikan wisata bahari Gili Trawangan yang mampu mendatangkan kuda dari seberang laut untuk dijadikan sebagai mesin hidup pada cidomo. Keberadaan cidomo di Gili Trawangan sangat berperan penting untuk pengangkut wisatawan dalam mengelilingi kawasan wisata bahari di gili ini.

Dari beberapa petugas wisata yang ada di Gili mengatakan bahwa kendaraan bermesin yang menghasilkan asap tidak diperboleh masuk di kawasan wisata Gili Trawangan. Alasannya karena wisatawan tidak ingin melihat polusi, sehingga itulah sebabnya hanya cidomo yang berperan sebagai alat transportasi umum.

 

Baca Juga :


Selain cidomo, wisatawan maupun penduduk setempat biasa menggunakan sepeda. Ada pula dongol, masih sejenis andong namun khusus digunakan untuk mengangkut barang. Tapi apakah anda tahu berapa harga cidomo? Informasi dari Ketua Asosiasi Pengusaha Gili Trawangan, Aco, harganya terbilang fantastis yaitu sekitar setengah miliar rupiah.

"Harganya Rp 500 juta. Memang termasuk  mahal. soalnya di Gili Trawangan sudah tidak boleh nambah cidomo. Harga sepert itu sudah termasuk kuda, cikar, dan izin trayeknya," kata Aco, di Gili Trawangan, saat berlangsung wawancara dengan penulis.

Menurut  mantan kepala dusun Gili Trawangan, Zainuddin,  yang juga sebagai toko masyarakat, mengatakan bahwa jumlah cidomo di Gili Trawangan sendiri sekitar 32 dan dongol 42. Sementara itu, masyarakat setempat memberlakukan “awik-awik” atau aturan bahwa tidak diperbolehkan lagi ada penambahan cidomo maupun dongol di Gili Trawangan. Dasar utama dikeluarkan “awik-awik” itu mengingat agar tidak terjadi kemacetan lalu lintas di jalan tradisonal Gili Trawangan.

Terkait dengan “awik-awik” atau peraturan tentang pengadaan cidomo di Gili Trawangan, hal ini membuat harga cidomo maupun dongol sangat mahal. Padahal kalau dilihat kenyataannya, cidomo merupakan sarana favorit yang digunakan wisatawan untuk berkeliling di kawasan Gili Trawangan.

Di sisi lain, Aco juga mengatakan bahawa harga cidomo selalu mengalami kenaiakan harga, sehingga mempengaruhi pihak pengusaha cidomo sulit untu mengganti cidomonya dengan yang baru. Beda dengan kendaraan bermesin selalu mengalami penurunan harga. Aco pun juga mengakui kalau cidomonya dibeli dengan harga 30.juta pada seorang pemilik cidomo yang ada di Gili Trawangan pada sekitar tahun 2005. Namun harga cidomonya sekarang pernah ditawar oleh seorang pembeli dengan harga 500 ratus juta rupiah, namun ia tidak ingin untuk menjualnya, dengan alasan membeli yang baru agak lebih sulit lagi. [] - 05

 



 
KM JONG CELEBES

KM JONG CELEBES

Andi Mulyan Datu Tjondong Dari Kabupaten Soppeng (Sul-Sel) -, tinggal di Selong/Mataram , fb: - Aron Zaan, No. Hp. 085337771699, pendikan Si (sastra perancis -UNHAS),pendidikan : S2 Sosiologi,ngabdi di UNU NTB MATARAM< UGR LOTIM<

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan