logoblog

Cari

Wisata Alam dan Budaya Senaru Indah Mempesona

Wisata Alam dan Budaya Senaru Indah Mempesona

Senaru yang berarti sinar aru merupakan sebuah nama desa yang terletak di Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara. Desa yang terletak di

Wisata Jalan Jalan

Muhammad Syairi
Oleh Muhammad Syairi
03 Februari, 2015 14:17:11
Wisata Jalan Jalan
Komentar: 0
Dibaca: 44071 Kali

Senaru yang berarti sinar aru merupakan sebuah nama desa yang terletak di Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara. Desa yang terletak di kaki rinjani ini memiliki kelebihan bila dibadingkan dengan desa-desa lainnya di Kabupaten Lombok Utara (KLU).  Karena disamping sebagai pintu gerbang pendakian ke Rinjani, juga memiliki beberapa obyek wisata alam dan budaya yang indah dan mempesona.

Di Senaru,  dapat ditemukan perkampungan tradisional yang ditinggali oleh sekitar 25 Kepala Keluarga. Rumah yang berjejer rapi dengan pagar bedeg beratap daun rumbia menambah keindahan perkampungan tradisional ini. Lebih-lebih disekeliling perkampungan terdapat kebun kopi dan berdekatan langsung dengan pintu gerbang Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR).

Rumah diperkampungan ini, tidak jauh beda dengan rumah adat suku Sasak yakni memiliki multifungsi dan nilai estetika dan filosofis bagi penghuninya. Arsitektur atap rumahnya berbentuk seperti gunungan menukik kebawah dengan jarak antara 1,5 sampai 2 meter dari permukaan tanah.

Sementara atap bubungannya (bungus-bahasa Sasak) terbuat dari alang-alang dengan dinding dari anyaman bambu tanpa ada pentilasi atau jendela. Kamar rumah dibagi menjadi beberapa ruangan, yakni ruang induk, ruang tidur dan ruang tempat menyimpan harta benda. Atapnya yang berbentuk gunung terinspirasi dari Gunung Rinjani, Gunung tertinggi di Lombok dan memiliki nilai sakral tertentu bagi Suku Sasak.

Dusun Senaru berada dalam satu kompleks yang tertutup dan secara eksternal dihubungkan oleh jalan menuju jalan utama ke Desa Bayan. Bale-bale di Dusun Senaru didirikan di atas tanah datar yang berada di daerah lereng. Di kelilingi oleh pagar dan berfungsi sebagai pembatas, pertahanan dan sebagai penyedia kelengkapan untuk upacara tertentu.

Pembangunan bale dilakukan dengan konsep cermin atau berhadapan, dan diantara dua bale didirikan bangunan yang bernama beruga’. Di luar bangunan rumah dekat pagar berdiri kandang ternak.

Sementara mata pencaharian pendudukanya hampir 100 persen sebagai petani dan sebagian kecil peternak. Kendati tetap mempertahankan keasliannya, namun warga tidak menolah modernisasi, dan hampir semua rumah adat transidisional ini sejak beberapa tahun lalu sudah diterangi dengan lampu listrik.

Setelah merasa puas berkeliling perkampungan tradisional Senaru, rasanya kurang pasa jika tidak berkunjung ke obyek wisata Air Terjun Sendang Gila. Air terjun ini seringkali dijadikan  salah satu tempat  istirahat terutama bagi pawa wisatawan mancanegara dan lokal sebelum melakukan pendakian ke Rinjani.

Air Terjun Sendang Gila  terletak di ketinggian 600 m di atas permukaan laut (dpl) dan memiliki ketinggian kurang lebih 31 meter.  Air terjun ini terdiri dari dua tingkatan, dimana tingkat pertama muncul dari atas tebing dan jatuh ke dasar kolam dibawahnya.  Selanjutnya dari kolam ini air meluncur ke bawah membentuk tingkatan kedua dan jatuh membentuk sungai yang ada di bawahnya. Dasar air sungai ini relatif datar, sehingga banyak orang yang mandi di bawah air terjun.  Lokasi wisata ini masih berada dalam kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani.

Beberapa tokoh setempat menyebutkan, nama Sendang Gila diambil dari cerita penduduk setempat yang secara tidak sengaja menemukan air terjun ini kala memburu singa gila yang mengacau di sebuah kampung dan kemudian lari masuk ke hutan.

Untuk mencapai air terjun ini tidaklah sulit karena sudah dibangun jalur yang ditata sedemikian rupa dengan 500 anak tangga. Menelusuri anak tangga memiliki kenikmatan tersendiri, lebih-lebih di sisi kanan jalan terdapat sebuah bukit kecil yang ditumbuhi rumput-rumput hijau. Sementara disisi kanan menuruni tangga dapat dilihat keindahaan pawang adat Bangket Bayan yang terletak diantara persawahan milik warga.

 

Baca Juga :


Sesampai di air tejun, pengunjung dapat menyaksikan  butiran-butiran air laksana embun di pagi hari. Hal menarik yang membuat air terjun ini berbeda adalah para penduduk setempat mempercayai bahwa air terjun ini memiliki unsur magis yang bisa membuat seseorang menjadi lebih muda satu tahun dari usianya apabila membasuh muka atau mandi di air terjun dan dapat mengobati pegal-linu atau penyakit reumatik. Wallhu’alam.

Bagi pengunjung tentu rasanya tidak cukup hanya menikmati keindahan air terjun pertama. Sekitar satu kilo meter dari tempat ini para pengunjung dapat menikmati air terjun Tiu Kelep yang memiliki ketinggian sekiat 42 meter dan kolam renang yang cukup indah. Kendati berjalan pada siang hari, pengunjung tidak perlu takut kepanasan karena di sekelilingnya terdapat hutan vinus yang cukup lebat dengan pohon kayunya yang menjulang tinggi. Sebagian masyarakat setempat meyakini jika mandi di Air Terjun Tiu Kelep, bisa membuat awet muda dan enteng jodoh bagi yang belum kawin.

Terjunan airnya di Tiu Kelep cukup deras dan besar dengan kolam yang terbentuk di bawahnya tidak begitu dalam hanya sepinggang orang dewasa.  Juga dasar kolam yang lembut dan datar memungkinkan pengunjung dapat berenang. Dalam bahasa Sasak, tiu berarti kolam, sedangkan kelep bermakna terbang. Terjemahan bebasnya adalah kolam tempat buih-buih air beterbangan. Pada saat-saat tertentu, butiran air yang beterbangan itu memunculkan pelangi di ujung air terjun.  

Untuk menuju obyek wisata Senaru dari kota provinsi NTB (Mataram) diperlukan waktu sekitar 2 – 3 jam dengan kendaraan roda empat. Pengunjung dapat melalui salah satu dari jalur yaitu  melalui Pusuk atau melalui Pantai Senggigi.  Dan kedua jalur ini sudah di hotmix.

Keindahan obyek wisata yang dimiliki Desa Senaru ini juga mengundang kekaguman Gubernur NTB, TGH. Zainul Majdi, ketika berkunjung pada awal tahun 2012 lalu. Menurutnya, KLU memilki sumber daya alam yang cukup mempesona yang perlu terus dikembangkan kedepan. “Saya baru pertama kali datang ke Senaru, yang ternyata pemandangan alamnya cukup indah dan masih perawan”, ungkapnya seraya meminta berpoto bersama Bupati Lombok Utara, H. Djohan Sjamsu, SH.

Tidak henti-hentinya gubernur yang dipanggil dengan Tuan Guru Bajang, memuji  kebesaran Allah Yang Maha Kuasa, sambil memandang air terjun dan hutan serta hamparan persawahan warga yang hijau ranau. “Alam dan manusia merupakan modal utama untuk membangun suatu daerah. Sebagai pemimpin yang diberi amanah harus membangun komitmen kebersamaan untuk melindungi alam sekitar”, katanya sambil mengucap tasbih.

Memang keindahan wisata alam dan budaya yang dimiliki Desa Senaru, tidak bisa dirangkai dengan kata-kata, dan setiap pengunjung yang ditemui mengaku puas menikmati keindahan obyek wisata yang dimiliki daerah Dayan Gunung ini. (Syairi) - 05

 

 



 
Muhammad Syairi

Muhammad Syairi

Penulis adalah pengelola Radio Komunitas Primadona FM yang berdiri pada tahun 2002 di Desa Karang Bajo Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara. Email: rakomprimadona@gmail.com, ariprimadona@gmail.com. Hp. 081917760145

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan