logoblog

Cari

Pesona Wisata Kampung Tradisional Dusun Semokan

Pesona Wisata Kampung Tradisional Dusun Semokan

Dusun Semokan Desa Sukadana merupakan perkampungan kecil yang dihuni oleh masyarakat adat yang konsep hidupnya masih sangat sederhana dan memegang teguh

Wisata Jalan Jalan

KM. Sukamulia
Oleh KM. Sukamulia
18 Mei, 2014 22:43:03
Wisata Jalan Jalan
Komentar: 1
Dibaca: 29801 Kali

Dusun Semokan Desa Sukadana merupakan perkampungan kecil yang dihuni oleh masyarakat adat yang konsep hidupnya masih sangat sederhana dan memegang teguh nilai adat istiadat yang mereka warisi dari nenek moyang mereka. Perkampungan ini jauh dari keramaian sebab letaknya yang berada di sekitar paha Gunung Rinjani.

Dusun Semokan terletak sekitar 7 km dari pusat Desa Sukadana atau sekitar 18 km dari ibu kota Kecamatan Bayan atau sekitar 108 km dari ibu kota Lombok Utara. Jalan menuju Dusun Semokan adalah jalan aspal sehingga kita dapat mengunjungi dusun itu dengan perjalanan menggunakan sepeda motor. Jika kita ingin berkunjung ke Dusun Semokan maka kita bisa berjalan dari Perempatan Sukadana menuju ke arah utara melawati jalan aspal sepanjang 5 km dan apabila kita telah sampai di Dusun Tapen maka perjalanan akan dilanjutkan dengan berjalan kaki menelusuri hutan dengan melintasi tiga buah sungai. Kita akan menempuh perjalanan sekitar 2 km dengan berjalan kaki hingga ke perkampungan tradisional Dusun Semokan.

Kehidupan masyarakat Dusun Semokan sangat sederhana dan unik dengan norma-norma adat yang kuat. Masyarakat Dusun Semokan hanya diperbolehkan menanam padi, jarak, dan sayur-sayuran, mereka tidak diperbolehkan menanam atau membudidayakan selain tanaman itu. Selain itu mereka hanya boleh memelihara Kerbau, Kambing, dan Ayam, mereka tidak boleh memelihara hewan lainnya. Pada saat-saat tertentu mereka akan mengadakan perburuan di sekitar wilayah Gunung Rinjani.

Peralatan hidup yang mereka gunakan juga masih sangat tradisional, peralatan rumah tangga yang mereka gunakan hanya terbuat dari bahan tanah liat sebab aturan adat mereka tidak memperbolehkan warga kampung untuk menggunakan peralatan-peralatan modern yang terbuat dari bahan logam. Sebagai alat penerangan, masyarakat setempat hanya menggunakan Jojor (lampu yang mereka buat dari bahan jarak dan kapas).

Sehari-hari masyarakat setempat berpakaian dengan pakaian adat dan uniknya mereka tidak boleh menggunakan celana dalam dan BH bagi warga perempuannya. Suasana kampung yang dikelilingi oleh hutan belantara sangat nyaman dan damai, tidak ada hiruk pikuk dan polusi. Perkampungan ini cukup nyaman sebagai tempat berekreasi dan membuang pengap dari hiruk pikuk kehidupan kota yang memusingkan kepala. Suhu udara di dusun ini berkisar antara 28 hingga 30 ºC.

Dusun semokan hanya dihuni oleh komunitas adat yang berjumlah 16 Kepala Keluarga. Di perkampungan ini tidak terdapat konstruksi rumah modern sebab masyarakat Dusun Semokan sangat menjaga kelestarian arsitektur tradisional yang mereka warisi dari nenek moyang mereka. Semua warga kampung membangun rumah dengan konstruksi Bale Mengina yang semua perabotnya terbuat dari bahan alami.

Masyarakat Desa Semokan memiliki kebun adat yang mereka pagari dengan potongan-potongan bambo setinggi 2 meter. Kebun adat itu hanya berukuran 1 are (100 m2). Tanah tersebut hanya ditanami salaq yang dikelola dengan system adat dan apabila salak itu berbuah, maka setiap warga diperbolehkan untuk memetiknya setelah mendapat izin dari Amaq Lokak (tetua adat). Di tengah-tengah perkampungan terdapat sebuah sumur tua yang airnya cukup jernih dan di sebelah sumur itu ditaruh sebuah bong/gentong (tempat air yang terbuat dari bahan tanah liat). Sumur inilah yang dijadikan sebagai sumber air bersih bagi setiap warga kampung.

 

Baca Juga :


Di tengah-tengah perkampungan Dusun Semokan terdapat sebuah Masjid Kuno yang bentuknya sangat unik. Masjid Kuno ini disebut dengan Masjid Kuno Semokan. Masjid ini dijadikan sebagai pusat pelaksanaan Tradisi Adat Gama masyarakat Desa Sukadana dan Desa Akar-Akar. Perlu diketahui bahwa Masjid Kuno Semokan merupakan masjid kuno yang keberadaannya lebih awal dari Masjid Kuno Bayan dan di masjid ini juga dilaksanakan ritual Adat Gama seperti Maulid Adat, Lebaran Adat, Gawe Alip, dan Lohoran. Masjid ini dijaga oleh seorang Kiyai Mudim yang ditunjuk oleh warga berdasarkan garis keturunnya. Di depan masjid terhapar halaman yang ditumbuhi oleh ruput (gegaba) yang hijau. Rumput itu terhampar di atas tanah seluas 1,5 are. Hamparan rumput ini memperindah suasan kampung dan di atas rumput inilah anak-anak warga Dusun Semokan menghabiskan waktunya untuk bermain dengan kawan-kawannya.

Hal unik yang berlaku dalam kehidupan masyarakat Dusun semokan adalah tidak diperbolehkannya setiap anggota masyarakat setempat untuk mendapatkan pendidikan atau dengan kata lain, setiap warga Dusun Semokan tidak diperbolehkan bersekolah sehingga sampai saat ini belum ada masyarakat setempat yang menikmati pendidikan formal mulai dari SD hingga perguruan tinggi. Hal inilah yang kemudian menyebabkan tradisi dan sistem kehidupan masyarakat setempat yang sangat tradisional tidak berubah meskipun oleh perkembangan zaman.

Dusun Semokan adalah satu-satunya perkampungan yang sangat unik di wilayah Kecamatan Bayan dan bahkan di wilayah Lombok Utara. Masyarakat setempat sungguh luar biasa dalam mempertahankan konsep hidup tradisional dan berpegang teguh kepada norma-norma adat yang mereka warisi dari nenek moyang mereka. Jika anda ingin melihat masyarakat asli Lombok dengan keunikan konsep hidupnya maka berkunjunglah ke Dusun Semokan Desa Sukadana Kecamatan Bayan. Keunikan bentuk bangunan tradisional, suasana hutan yang rindang, dan gaya hidup tradisional yang dimiliki oleh masyarakat Dusun Semokan adalah pesona wisata yang sungguh menakjubkan dan semuanya itu tidak akan pernah anda temukan di wilayah pulau Lombok lainnya. Perlu juga diketahui bahwa setiap pengunjung yang hendak memasuki Dusun Semokan diharuskan memakai pakaian adat/tradisional. Jika pengunjung tidak mengikuti ketentuan itu maka kehadiran mereka tidak akan diterima oleh warga setempat.

Supaya pengunjung dapat berkomunikasi dengan masyarakat setempat maka pengunjung harus membawa seorang guide/pemandu yang menguasai bahasa Bayan Asli sebab tidak satupun masyarakat setempat yang dapat berkomunikasi dengan bahasa Indonesia. Jika anda penasaran dan tidak percaya dengan informasi ini maka segeralah berkunjung ke Kampung Tradisional Dusun Semokan yang penuh dengan keunikan.

_Asri ASA_ [] - 01



 
KM. Sukamulia

KM. Sukamulia

Nama : Asri, S. Pd TTL : Sukamulia, 02 Januari 1985 Jenis Kelamin: Laki-laki Agama : Islam Pekerjaan : Swasta Alamat, Dusun Sukamulia Desa Pohgading Timur Kec. Pringgabaya No HP : 082340048776 Aku Menulis Sebagai Bukti Bahwa Aku Pernah Ada di Dunia

Artikel Terkait

1 KOMENTAR

  1. KM Kaula

    KM Kaula

    14 Juni, 2014

    ini sangat menarik, KM Kaula usul kepada semua kampung media untuk kita mengadakan Karya wisata ke dusun Semokan, Bagaimana? kita serahkan kepada KM Sukamulia atau KM Sembalun (mana-mana yang punya akases lebih) untuk jadi hostnya sekaligus konsolidatornya.


 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan